Oleh: ayopeduli | 2 September 2009

Full Day School Belum Optimal

SURABAYA – Pelaksanaan sekolah dengan sistem full day school dianggap tidak terlalu berhasil. Pasalnya, masih banyak sekolah yang belum menerapkan konsep yang mulai diperkenalkan setahun lalu itu. Sebagian besar yang belum menerapkan adalah sekolah-sekolah jenjang SD.

”Untuk sekolah jenjang SD masih 20 persen yang melaksanakan, namun untuk SMP dan SMA sudah 80 persen,” terang Kadispendik Surabaya Sahudi.

Ia menjelaskan, kendala dalam pengembangan konsep full day school di seluruh sekolah Surabaya adalah bagaimana membuat pembelajaran yang menyenangkan. Pasalnya, dengan sistem full day school, siswa harus berada di sekolah sepanjang hari. Jika pembelajarannya tidak menyenangkan, siswa bakal bosan dan pelajaran sulit terserap. ”Joyful learning inilah yang sedang berusaha kami kembangkan di sekolah-sekolah yang telah mengadopsi sistem full day school,” ujar Sahudi.

Penerapan sistem pembelajaran yang joyful learning ini, terang Sahudi, terkendala sarana prasarana dan kreativitas guru. Saat ini, khususnya di sekolah-sekolah negeri, masih banyak guru yang kemampuannya pas-pasan. Begitu juga dengan sarana prasarananya.

”Untuk itulah, ini menjadi PR bagi dinas dan pihak sekolah. Jangan sampai siswa tidak bisa menyerap pembelajaran yang diberikan karena jenuh di sekolah,” tegasnya.

Salah satu penerapan metode yang bisa dilakukan adalah dengan real teaching. Misalnya, untuk pengajaran jual beli, guru bisa membawa siswanya ke super market atau tempat-tempat lain yang berhubungan dengan pelajaran. ”Nah, ide-ide seperti inilah yang harus diperbanyak. Guru harus kreatif mencari tehnik pembelajaran yang menarik minat siswa,” jelas Mantan Kepala SMAN 15 ini.

Untuk meningkatkan jumlah sekolah yang menerapkan full day school dan menaikkan kualitas sekolah yang telah menerapkan sistem tersebut, Dispendik berencana terus menggelar pelatihan guru. Selain itu, pemkot juga memberikan berbagai bantuan berupa perangkat pembelajaran.

Penerapan sekolah dengan sistem full day school secara besar-besaran dilakukan awal tahun lalu. Dispendik beralasan bahwa sistem full day school ini bakal mampu mengurangi siswa yang nakal. Pasalnya, hampir semua orang tua di metropolis baik ayah maupun ibu bekerja. Jika anak pulang dan tidak ada orang tua di rumah maka ia akan tanpa pengawasan. Ujung-ujungnya, mereka akan terjerumus dalam kenakalan remaja.

”Sekarang kan bisa dilihat sendiri buktinya, meski di kota besar tapi di Surabaya tidak ada perkelahian pelajar kan,” terangnya. (sha/oni)

Sumber : Jawa Pos Sabtu, 22 Agustus 2009


Responses

  1. […] Full Day School di SD SEBUAH refleksi menarik dimuat harian ini pekan lalu (baca: Full Day School Belum Optimal). Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya mengakui bahwa pelaksanaan full day school di metropolis […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: